Jumat, 27 Februari 2009

HOBBY FAIR 2

PUZZLE IQ hadir di pameran Hobby Fair 2 di Galeri 678 jl. Kemang Raya Selatan 125a. Pameran berlangsung 27-28 feb dan 1 maret.

Jumat, 06 Februari 2009

Lihatlah sebelum melompat

Lihatlah sebelum melompat

Pepatah ini juga berlaku dalam berbisnis. Contoh kasus : Taylor Lynch memutuskan untuk meninggalkan pekerjaannya di perusahaan kargo untuk membuka sebuah biro perjalanan. Taylor mengakui ia tidak tahu apa pun mengenai usaha travel. Untuk itu, ia tetap bekerja di siang hari, sedangkan sore hari serta sabtu ia bekerja di sebuah travel setempat untuk belajar. Kegiatan mengurus perjalan masih menarik perhatiannya tetapi ia sekarang ragu-ragu. Taylor tak pernah menyadari betapa sulitnya mengupayakan kepuasan konsumen yang sedang berlibur.

Manakala anda berada di luar bisnis dan memandang ke dalam setiap kegiatan usaha, mereka semua tampaknya bagus-bagus. Anda harus merayap ke dalam untuk merasakan denyutnya, melihat kesulitannya dan kemudian mempertimbangkannya apakah kegiatan usaha tersebut memberikan kepuasan jiwa bagi anda atau hanya menambah sakit kepala.

Struktur perusahaan merupakan sebuah dimensi yang juga harus dipertimbangkan. Sering kali orang mengambil waralaba demi dukungan manajemen, karena waralaba menawarkan suatu peluang yang menarik secara finansial dan tak pernah memperhitungkan kendali yang harus mereka serahkan. Seorang pemegang lisensi dapat membuat kehidupan seorang pengusaha yang suka bertualang menjadi sangat sengsara atau dapat merupakan sebuah bonus bagi jenis pengusaha yang kurang aman karena mempertukarkan pembuatan keputusan dan petunjuk yang kokoh.

Jangan mengabaikan jam-jam bisnis atau tuntutan bepergian. Seringkali peluang untuk bepergian merupakan hal yang menarik karena mengandung hal-hal baru. Tetapi perlu diingat kalau terlalu banyak bepergian akan menghabiskan separuh usia anda dan menjauhkan anda dari keluarga yang kemudian akan melemahkan semangat anda.

Rabu, 21 Januari 2009

Bab I, Mitos no. 2

Mitos no. 2 : Sebuah investasi yang sehat akan menimbulkan sebuah usaha yang sehat.

Pertanyaan :
Apabila saya tidak melakukan investasi sejumlah besar uang tunai saya sendiri, usaha saya akan hancur karena terlampau banyak hutang sebelum perusahaan itu bahkan mempunyai peluang untuk tinggal landas.

Jawaban :
Pertama-tama, apakah usaha anda akan berhasil atau tidak, sedikit saja kaitannya dengan investasi anda sendiri. Rahasianya adalah mengatur utang agar utang tersebut cocok dengan kemampuan-kemampuan membayar perusahaan tadi. Anda dapat aman memulai usaha apa saja dengan uang pinjaman 100% setelah anda mengetahui bagaimana merencanakan utang itu. Tidak ada yang disebut perusahaan kekurangan modal. Yang ada hanyalah perusahaan yang buruk perencanaannya.

Suatu investasi yang sehat tidak dengan sendirinya membentuk suatu usaha yang sehat. Malah terkadang menciptakan suatu usaha yang sakit-sakitan. Pemilik usaha menaruh lebih banyak uang ke dalam perusahaan dari yang mereka butuhkan. Uang modal membuat mereka manja.

Cara satu-satunya untuk membangun dari dasar adalah menutup buku cek, buku tabungan atau ATM anda agar anda harus mengais-ngais uang receh. Dan manakala utang Anda sudah sampai ke kepala. Anda terpaksa harus berhemat. Ini sungguh menyehatkan.

Mitos berikutnya : Hutang itu Buruk.

Bab I, Mitos no. 1

Dirangkum dari buku "Modal Dengkul, memulai usaha dengan sumber dana yang sangat terbatas. Petunjuk bagi anda yang memiliki semangat tinggi dalam berwiraswasta" karya Arnold S. Goldstein Ph.D.

Bab I Buatlah mukjizat-mukjizat anda sendiri
Untuk mendirikan perusahaan tanpa uang tunai tidak diperlukan seorang jenius. Keyakinan diri yang amat kuat merupakan pengganti yang dahsyat. Perusahaan-perusahaan yang dimulai dengan modal dengkul hampir sama saja untuk segala jenis usaha. Di sini akan diperlihatkan bagaimana merangkai usaha itu dan membuatnya berjalan tanpa merogoh kocek lebih dalam. Mula-mula yang harus dilakukan adalah dengan merobohkan beberapa mitos yang berbahaya.

Mitos no. 1 : Anda membutuhkan uang untuk mendapatkan uang
Orang mengatakannya dan meyakininya. Itulah sebabnya mengapa begitu banyak orang miskin. Orang kaya memang lebih mudah menjadi lebih kaya. Tetapi bukan berarti tidak ada secuil keberhasilan bagi orang miskin.

Lebih mudah menjual alat penyedot debu dari rumah ke rumah, daripada menjual satu gagasan kepada orang-orang bahwa mereka pun dapat memulai usaha yang menguntungkan tanpa menggunakan uang mereka sendiri.

Henry Ford sering mengatakan bahwa ia bangkrut habis-habisan, tetapi tidak pernah miskin. Hanya bersenjatakan sebuah gagasan yang baik, Henry yang optimis itu akan segera meraup seluruh dana yang dibutuhkannya untuk berusaha, dari kantong siapa saja.

Anda bukan Henry Ford, tetapi falsafahnya berlaku juga untuk anda. Apabila anda mempunyai gagasan usaha yang kokoh, anda akan menemukan uanguntuk menghasilkan uang bagi anda.

Berikutnya, Mitos no. 2: Sebuah investasi yang sehat akan menimbulkan usaha yang sehat.

Pasar Kaget di jakarta

Wah gak adil ya, masak cuma menampilkan flea market di Singapura aja. Jakarta juga punya flea market lho. Ini saya tuliskan beberapa yang saya tahu. Harap diperhatikan juga kelas pengunjung dari flea market tersebut. (Note : Bukan untuk mendiskriminasi ya). Kalau ada info lanjutan saya tambahkan, kalau ada pembaca blog ini tahu, harap beri tahu saya. Thx.

1. Taman Mini Indonesia Indah
Setiap Sabtu dan Minggu pagi. Mulai jam 5-10 pagi. Di lapangan parkir pintu masuk. Dekat Keong Emas. Lewat dari jam itu dilarang keras oleh Satpam di sana. Gratis, hanya bayar tiket masuk TMII saja. Cuma Rp 3.000/orang (Mohon dikoreksi, kalau telah berubah). Jualan apa aja bebas.

2. Monas
Setiap Minggu pagi. Tetapi mohon perhatikan, karena peraturan di Monas sering berubah. Masuk gratis. Paling kasih salam tempel buat satpam atau penjaga kebersihan.

3. Monas
Saya gak berani rekomendasikan, karena peraturan di sana sering berubah. Resminya dilarang berjualan kaki lima, tetapi ada aja pedagang yang nekat berjualan. Alhasil kucing-kucingan sama petugas. Gak mau kan lagi asyik asyiknya jualan, diusir sama Petugas Trantib.

4. Jalan-jalan tertentu di Jakarta
Di daerah saya di Kedoya, Jakarta Barat. Pasar kaget seperti ini ada di Jl. Setia setiap Selasa malam. Atau di daerah Pintu Air, perapatan Kemis, setiap malam minggu. Lumayan rame pengunjungnya. Dikoordinir oleh Forkabi setempat. Bayar keamanan dan kebersihan aja. Sekitar Rp 5.000,-. Di daerah Kebon Jeruk, depan SMP 75, pernah ada, tetapi tidak tahu apakah masih dilanjutkan.

Untuk di daerah Jakarta Selatan, Forkabi Jaksel cukup aktif menggelar acara serupa dan pengunjungnya lumayan banyak. Termasuk bikin pasar kaget yang lokasinya berdekatan dengan Festival Kemang yang tersohor itu. (Note: Forkabi menolak pasar kaget tersebut dibuat atas nama Forkabi, tetapi atas nama warga setempat, walaupun orangnya dia dia juga). Forkabi punya banyak massa lho untuk urusan belanja-belanja.

Yang lain nyusul yah!!!

Locations of flea markets in Singapore

Buat yang mau coba-coba berjualan di Singapura nih. Saya lupa sumbernya dari mana. Salah satu syaratnya adalah harus PR Singapura. Pemilik visa turis tidak boleh jualan. Kalau punya saudara PR sana, boleh tuh manfaatin. Syarat dan ketentuan berlaku :

Locations of Flea Markets :
1. Zouk Flea and Easy Market
held at Zouk, 17 Jiak Kim StreetOnce every 3 months, on a Sunday from 2-7pmattracts Fashionistas, young designers.sells everything fashionable.

2. Lime Flea Market
held at *scape (youth hub behind Cathay Orchard Cineleisure)2nd and 4th Saturday of every month (Bi-monthly) sells handmade jewellery and vintage clothes and bags

3. Maad Flea Marketheld at Red-dot design Museum, 28 Maxwell Road
Every Sunday, 11am-7pmsells one-of-a-kind accessories, clothes, shoes and plush dolls.

4. Tanglin Mall Flea Market
held at Tanglin Mall, 163 Tanglin Road1st and 3rd Saturday of every month, 5-11pm
Only 2nd-hand fashion and accessories are allowed to be sold here.

5. Timbre Flea Marketheld at Timbre Bistro, 45 Armenian Street (The Substation Garden)
held monthlysells second-hand clothes, bags and jewellery, vintage finds and collectibles.

6. Clarke Quay Flea Market
held at 3 River Valley RoadEvery Sunday, 9am-5pm120 stalls peddling used and new wares, from phonecards, antiques, record players to handmade candles and henna paintings.

7. China Square Central situated at 18 Cross Street, Level 1
Every Saturday and Sunday, 9am-7pmsells new & old clothing, toys, antiques, banknotes, stamps, coins, records, books, collectibles.

8. Far East Squaresituated at 76 Telok Ayer Street
Every Saturday and Sunday, 12pm-10pm sells bric-a brac and other rare local knick-knacks, such as old records.

9. Stadium Covesituated at 2 Stadium Walk
( Stadium Waterfront, next to Singapore Indoor Stadium)
Every Saturday and Sunday, 4pm-11pm sells artistic and exotic things.

10. Thieves’ Market situated at Sungei Road, Pitt StreetEvery Monday-Friday, 1pm-7pm Every Saturday and Sunday, 11am-6pmsells everything.

11. Kampong Glam Flea Market
Situated near Bugis MRT station Every 3rd Sunday of the month, 10am-6pm

12. Timberlux Centre Flea Carnival
Situated at 326 Havelock Rd, Timberlux CentreTel:9769 8387

13. Ethnic Flea Market
situated at Central Singapore, Amphiteatre, Blk 116 Toa Payoh Lorong 1Tel: 6259 4116

Kesesuaian lokasi dan produk

Dalam memilih lokasi berjualan kita juga harus selektif memilih lokasi. Tidak semua tempat cocok dengan produk kita. Saya sendiri berjualan mainan pendidikan dan mencoba peruntungan mula-mula masuk ke gedung perkantoran. Saya memperkirakan banyak orangtua yang akan tertarik. Secara ekonomi pastilah mereka ada uang. Secara pendidikan, pastilah mereka paham pentingnya mainan pendidikan. Tapi setelah keluar masuk perkantoran, asumsi saya meleset.

Kemudian saya mulai masuk mall. Ternyata lumayan jalan. Di sini saya menyimpulkan, bahwa untuk produk saya, tempat yang tepat adalah tempat di mana orangtua dan anaknya jalan bareng. Tapi sekali lagi, tidak semua mall cocok untuk mainan pendidikan. Tergantung crowdnya. Misalnya, EX Plaza dan Plaza Semanggi. Karena mall ini dikunjungi palingbanyak oleh mahasiswa dan pasangan muda. Nah produk yang cocok untuk tempat ini adalah produk-produk fashion, apalagi kalau unik dan gak pasaran.

Produk fashion lebih beruntung, karena bisa dijual hampir di mana saja. Hanya yang perlu dipertimbangkan adalah kualitas barang dan tempatnya. Di perkantoran, jangan jual asesoris plastik tetapi batu-batuan. Tapi di sekolahan, bolehlah. Kalau di kampus, mungkin campuran kali yah. Di lingkungan orang Chinese, juallah asesoris logam atau baja putih, mereka lebih suka logam bukan batu-batuan. Kalau lingkungannya banyak yang pake jilbab, perbanyaklah membawa bros, untuk menghias jilbab mereka. Pake jilbab, bukan berarti gak gaya kan. Nah kalau jualan di tempat komunitas partai, bawalah asesoris dengan warna partai mereka. Munas Golkar kuning, PDI merah, PDS ungu dst.

Di JCC, juallah barang-barang etnik dan berkelas. Jangan coba-coba jual mainan plastik, apalagi ada merk made in China nya kelihatan banget, kalau enggak mau ditegur satpam sana. Parfum aspal mau KW1 atau KW2 juga kadang mengalami kesulitan masuk sana, terutama acara INACRAFT. Teman saya kucing-kucingan dengan EO di sana. Padahal penjualan parfum jenis ini bagus banget, 2-4 jt sehari bowww.

Bazar di Green Apple, Cipanas



Bazaar di Green Apple Puncak, Cipanas kali ini berlangsung dari tanggal 24 Des 2008 - 5 Jan 2009. Diselenggarakan dalam meramaikan liburan Natal dan Tahun Baru. Puncak seperti kita ketahui merupakan tempat liburan dan beristirahat yang sudah terkenal sejak zaman Belanda, karena kesejukan dan keindahan alamnya.


Pelaksanaan bazaar di tempat ini, satu lagi adalah Kota Bunga, tidak jauh dari Green Apple, biasanya sangat dipenuhi pengunjung. Padat, sehingga orang tidak bisa berjalan. Saya sendiri sudah beberapa kali mengalami manisnya berjualan di sini. Karena beberapa hal, saya tidak ikut Bazaar ini dari awal. Tanggal 30 Desember saya naik ke Puncak untuk survey tempat. Berdasarkan laporan seorang teman, Green Apple sudah penuh sehingga tidak bisa lagi menerima tenant baru. It's ok, karena mungkin saya bisa 'nebeng' dengan teman lain yang ada di sana. Jualan saya cukup 1 meja aja, kok. Stok bisa di taruh di kolong meja atau di rumah kontrakan. Biasanya tanggal 30, GA sudah mulai ramai, tanggal 31 jangan harap kita bisa berjalan lenggang. Padat banget.


Tetapi ternyata tahun ini basar tidak seramai biasanya. Saya bertanya dari stand paling depan, hingga ke belakang, berbagai produk, laporannya sepi penjualan. Berhubung saya belum membawa barang, mereka menyarankan untuk tidak usah ikut. Karena GA ramai kemungkinan besok tgl 31 siang, sedangkan tgl 1 sore, orang sudah balik ke Jakarta. Walaupun kita boleh berjualan sampai tgl 4 atau 5 jan. Tapi puncak orang ramai adalah tgl 31 dan 1. Berdasarkan perhitungan berbagai biaya, kayaknya gak masuk deh. Daripada jebol, mending gak usah ikut. Saya memperkirakan kurang ramainya pengunjung karena libur yang terlalu lama, 2 minggu, sehingga orang memilih pulang kampung atau ke luar negeri. Lama tinggal di Puncak rata-rata 1-3 hari saja.


Yah udah saya balik aja ke Jakarta jam 8 malam, sampe Jakarta jam 12 malam, karena saya ngeteng naik bis. Kalau naik mobil pribadi kemungkinan cuma 2 - 2 1/2 jam, karena jalurnya kosong. Nah ini sy videoin situasi di sana, 30 Des '08 jam 8 malem. Sori belum diedit (lagi belajar ngedit video). Biasanya lebih padat lagi lho.



Kantong plastik?

Yup. Ini juga salah satu yang harus dipertimbangkan kalau mau bazaar. Kenapa orang mau bela-belain bikin tas belanja yang bagus dan ada nama mereka? baik dari kertas maupun plastik? Karena tas belanja adalah salah satu alat promosi yang ampuh bagi produk kita.

Saya pribadi belum mampu untuk mencetak tas belanja khusus bertuliskan produk dan nama usaha saya. Karena itu saya mengakalinya dengan tas yang kresek yang putih. Kenapa putih? Kresek putih lebih mahal sedikit dari plastik kresek hitam, tetapi manfaatnya jauh lebih besar. Karena putih, bentuk dan warna produk kelihatan dari luar. Sering ada pembeli datang ke stand saya karena melihat orang lain menenteng produk saya dan bertanya di mana bisa mendapatkan barang itu. Ajaib bukan?

Tips lain : Masukkan produk yang dibeli dan atur, supaya orang lain bisa langsung tahu, produk yang dibeli dari kita. Mirip menata parsel, cuma lebih sederhana.

Satpam is our Friend!!!

Iya, beneran lho. Kalau kita mau pameran di manapun, jangan melupakan peran satpam dan juga tukang-tukang dagang yang ada di lingkungan daerah tersebut. Mereka adalah 'mata' dan 'kuping' kita.

Kalau kita sedang survei tempat, kita perlu berbaik-baik hati dengan mereka. Ngobrol santai aja dengan mereka. Tidak kaku seperti interview. Dan jangan lupa, kalau mereka sedang tidak sibuk yah. Bisa-bisa kita disemprit dan disemprot. Kadang-kadang, kalau memungkinkan, saya juga duduk-duduk bareng mereka (posisi saya tetap di luar posko). Kalau cowok, mungkin bisa berbagi rokok.

Saya sering juga beli teh botol atau soft drink lainnya sama pedagang di lingkungan sekitar tempat tersebut terutama di JCC. Beli minumnya cuma sebotol, ngobrolnya bisa 1 jam, ngalor ngidul. Dengan catatan, kalau mereka sedang tidak rame pembeli.

Kalau kita lagi bongkaran barang baik di mall maupun kantor kasih tip buat mereka, buat beli rokok atau kasih kita punya produk (gak perlu yang mahal, bisa jebol kita) atau paling tidak cukup senyum manis saja kalau dagangan kita kurang jalan. Mereka ngerti kok.

Tapi jangan terlalu terbuka juga dengan mereka. Satpam juga manusia!!!

Sukses yahhh.

Survey tempat bazaar

Lokasi adalah hal yang paling vital dalam hal apa pun termasuk memilih lokasi bazaar. Banyaknya tawaran dari EO, baik di perkantoran atau mall atau pun lokasi lainnya, kadang bikin kita bingung. Di sini saya ingin berbagi pengalaman saja. Tidak 100% benar dan harus diikuti. Keputusan tetap di tangan anda, ikut atau tidak dalam acara tersebut. Seperti prospektus penawaran saham, "kinerja masa lalu tidak bisa dijadikan patokan untuk kinerja masa depan".

1. Amati pintu masuk dan pintu keluar mall atau perkantoran terutama saat ada bazaar.
Apakah mereka menenteng barang belanjaan atau tidak. Semakin banyak tentu semakin baik. Artinya mereka gemar dan perlu berbelanja. Itu sebabnya iklan shopping mall selalu orang tersenyum keluar dari tempat tersebut sambil menenteng setumpuk kantong belanjaan, ya kan?

2. Perhatikan kantong belanjanya.
Seandainya di mall, apakah dari toko-toko yang ada di mall tersebut atau dari tempat bazaar. Kalau kebanyakan dari area bazaar, berarti mereka senang mencoba berbelanja di tempat-tempat baru. Kita ada kans untuk dapat pembeli di sana.
Kalau tidak, berarti kebanyakan pembeli konservatif, yang lebih suka berbelanja di tempat yang sama. Butuh waktu untuk menarik mereka untuk belanja di tempat kita. Tapi bukan tidak mungkin dicoba.
Kalau mereka masuk dengan semangat tetapi keluar tidak menenteng belanjaan, ada kemungkinan mereka hanya makan saja di tempat tersebut. Atau membeli barang berupa pesanan dan diantar. Mereka males nenteng-nenteng barang.

3. Waktu gajian.
Ya, ini poin penting. Kalau lagi gajian, pembeli murah hati untuk berbelanja lebih dari pos pengeluaran mereka. Kaena itu ambil kesempatan kalau waktu kantor tersebut gajian. Gak mesti awal bulan. Ada kantor yang tanggal gajiannya 25. Atau dapat bonus tanggal 15. Coba iseng-iseng tanya karyawan di sana.

4. Riset pasar kecil-kecilan
Selain menanyakan kapan gajian, juga perlu ditanyakan, kapan di tempat tersebut ada atau pernah ada bazar. Komentar dan kesan para karyawan di sana dengan bazar tersebut. Harga-harga mahalkah atau cukup terjangkau. Apakah barang-barang yang pernah dijual di sana sesuai dengan kebutuhan pegawai di sana, kompetitor kita dsb. Pendapat dan saran mereka biasanya 75% benar. Dari sini kita bisa melihat apakah produk kita cocok dijual di tempat tersebut. Kalau anda dan atau produk anda belum pernah ada di sana, dan ingin mencoba silakan. Siapa tau itu rejeki anda.

5. Lokasi elit atau tidak?
Lokasi elit tidak menjamin bahwa mereka gemar mengeluarkan uang untuk belanja. Mereka mau mengeluarkan uang banyak, asalkan barang sesuai dengan kualitas mereka. Saat ini banyak bazaar diselenggarakan di pemukiman elit. Dan banyak dari kita yang tergoda untuk ikut di bazar tersebut.
Pengalaman saya menunjukkan, yang datang justru pembantu atau penduduk yang berada di kantong-kantong pemukiman yang tak tercatat di peta daerah tersebut. Orang elitnya sendiri (yang kita asumsikan akan menjadi pembeli kita) justru tidak keluar. Mereka mengecek lewat pembantunya dulu, apa saja yang dijual di bazar tersebut. Jika ok, baru mereka keluar. Atau mereka akan belanja di stan tetangganya yang ikut bazar tsb.
Kalangan menengah ke bawah sebenarnya lebih royal dalam berbelanja lho. Apalagi kalau barangnya 'murmer' dan kualitasnya lumayan.



Ok, segitu dulu yah. nanti kalau ada ide, saya tambahkan lagi. Tolong komentarnya, yah.